
Surrogates
Apa jadinya kalau makhluk yang berhadapan dengan kita entah pada waktu bekerja atau bersama keluarga bukanlah “manusia” yang sebenarnya? Apa jadinya kalau pacar, saudara ataupun kerabat yang kita temui, penampilannya ada penampilan buatan. Entah itu lebih muda, tua, kurus, gemuk, lebih pendek ataupun lebih rendah. Hmhmm ini yang terjadi di cerita film ini.
Dalam waktu dekat, manusia hidup dalam isolasi dan hanya berinteraksi melalui badan-badan robot yang berfungsi sebagai pengganti. Ketika beberapa manusia dibunuh ketika pengganti mereka dihancurkan, seorang polisi (Bruce Willis) menyelidiki kejahatan melalui pengganti sendiri. Setelah pertemuan yang hampir fatal, pengganti si polisi dihancurkan dan memaksa dia untuk membawa bentuk manusia keluar dari isolasi dan mengungkap konspirasi di balik kejahatan.
Pada suatu masa, peradaban manusia berubah. Kehidupan manusia dapat dikendalikan pada suatu ruangan dengan suatu benda yang dinamakan Surrogates (pengganti). Manusia tidak perlu menjalani hidupnya dengan keluar dari ruang kendali tersebut. Surrogates, dibuat untuk mempermudah hidup manusia. Tapi apa jadinya kalau dengan “Surrogates” tersebut hilanglah rasa “kemanusiaan” kita.
Cerita bermula dari seseorang yang menemukan teknologi baru dan mengembangkannya untuk kepentingan umum. Ia menciptakan robot pengganti manusia (Surrogates). Setelah teknologi ini banyak dipakai public timbul-lah masalah. Anak dari si penemu, tewas di atas meja kendalinya, dengan mata terluka. Anaknya ternyata dipinjamkan surrogates oleh ayahnya, dan di bawanya untuk ketempat hiburan. Namun naas, ada pihak yang ingin menjahatinya, ia dibunuh dengan menembakkan suatu senjata dan merusak sistem “surrogates”nya yang terhubung dengan sistem saraf (dimana alat ini dikendalikan oleh otak si pemilik). Alhasil sistem sarafnya juga kena imbas, dan ia tak tertolong.
Bagaimana perasaan si penemu? Anak kesayangannya tewas akibat hasil ciptaannya.
Seorang polisi, Tom Greer (Bruce Willis), mencoba menginvestigasi siapa pelaku pembunuhan dan dalangnya.
Didalam pencariannya itu ternyata ada pihak yang ditengarai sebagai dalang dari pembunuhan ini, pihak anti-Surrogates. Pihak ini menentang keras digantikannya interaksi di kehidupan manusia dengan sebuah robot, walaupun dikendalikan oleh Manusia. Mereka memiliki kawasan tersendiri, dimana semua orang yang akan memasuki kawasan ini akan diperiksa, apakah ia robot atau benar-benar manusia. Kaum ini dipimpin oleh seorang “Nabi” yang menentang adanya Surrogates tersebut.
Pada pengejaran pelaku yang ternyata tidak menggunakan surrogates, alias manusia sungguhan, Greer, memasuki daerah terlarang dengan surrogatesnya. Kaum anti Surrogates jelas marah sekali, kawasannya dimasuki robot. Surrogates milik Greer dihancurkan dan di salibkan di kawasan tersebut. Selain kehilangan “Surrogates” nya, Greer diberhentikan sementara sebagai agen FBI karena telah melanggar perjanjian kaum tersebut (anti Surrogates).

Ruang Kendali Surrogates
Bruce Willis tidak sendiri dalam pencarian pelaku kriminal ini, ia di bantu oleh Peters (FBI agent) dan Bobby (ahli komputer). Semua orang yang terlibat dalam hal ini dihantui pembunuhan tersebut. Seorang rekannya tewas dibunuh, dan surrogates-nya di kendalikan oleh orang lain.
Bruce Willis kembali mendatangi kawasan kaum, tidak dengan Surrogatesnya namun dengan dirinya yang sebenarnya. Ya.. ia pasti dicurigai disana, ia mencoba bertemu dengan Sang Nabi, mencoba bernegosiasi. Sang Nabi tahu siapa pelakunya dan pelakunya bunuh diri. Sang Nabi pun berjanji untuk membantu dan menjaga agar senjata yang dapat mengahncurkan Surrogates dan pemiliknya tidak dipergunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan.
Akhir dari cerita di film yang berdurasi kurang dari 2 jam ini, bagi saya agak membingungkan. Terlebih lagi di temukan kenyataan bahwa Sang Nabi pun ada ROBOT
Argghh..bagaimana sebenarnya? Anda dapat menyaksikannya secara langsung saja. Daripada saya yang cerita, nanti tambah bingung lagi deh.
Dalam film ini, kita dimanjakan oleh teknologi-teknologi yang mungkin muncul dan berkembang pada masa depan. Tidak mustahil jika perkembangan teknologi akan berkembang, film ini akan menjadi nyata. Saya salut bagi penulis ceritanya, bagaimana ia bisa membayangkan teknologi seperti itu.
Film ini adaptasi dari sebuak komik fiksi ilmiah yang berjudul sama. Surrogates disutradarai oleh Jonathan Mostow, yang juga telah menyutradarai film Terminator 3 : Rise of the Machines.